Jumaat, 27 Februari 2015

Kisah Umar Al-Khattab dan Ubay bin Kaab

Suatu pagi saidina Umar r.a telah bertemu dengan Ubay bin Ka'ab, beliau telah bertanya kepada Ubay bin Ka'ab "Wahai Ubay,bagaimanakah kamu berpagi-pagi?Maka jawab Ubay bin Ka'ab :"Aku suka akan fitnah,aku memiliki apa yang Allah tidak memiliki, aku bersolat tanpa wudhuk".Maka timbullah perasaan hairan di dalam diri saidina Umar r.a tentang perkataan Ubay bin Ka'ab itu, disebabkan Ubay bin Ka'ab bukanlah seorang yang tidak punyai ilmu beliau adalah seorang yang sangat 'alim sudah pasti beliau bercakap berdasarkan ilmunya.
 
Maka pergilah Umar al-Khattab bertemu dengan abi qasim iaitu saidina Ali Karamallah wajhah lalu bertanyalah ia kepada saidina Ali "Wahai Ali,aku telah bertemu dengan Ubai bin Kaab dan aku bertanya kepadanya bagaiamana dia berpagi-pagi maka dijawabnya "aku berpagi-pagi dengan sukakan fitnah, memiliki apa yang Allah tidak memiliki dan bersolat tanpa wudhuk" Apakah yang dimaksudkannya itu wahai abi qasim?"
 
Saidini Ali pun tersenyum dan memberitahu "Sesungguhnya apa yang dicakapkan oleh Ubai bin  Ka'ab itu adalah benar.Adapun dia sukakan fitnah itu bermaksud dia sukakan isteri dan anak-anaknya,manakala dia memiliki apa yang Allah tidak memiliki itu bermaksud Allah tidak mempunyai isteri dan anak-anak.Manakala beliau bersolat tanpa wudhuk itu bermaksud beliau selalu berselawat kepada Baginda Nabi Muhammad s.a.w". Lalu saidina Umar Al-Khattab tersenyum dan berkata amat rugilah bumi yang abi qasim tidak menjejak kaki ke atas nya kerana saidina Ali Karamallah wajhah adalah seorang yang sangat tinggi dan luas ilmunya.
 
wallahu'alam

Ahad, 22 Februari 2015

DUA BELAS ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT

Berikut golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." 
(HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'." 
(HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam solat berjamaah
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan." 
(Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang yang menyambung shaf solat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf)
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." 
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." 
(HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat
"Para malaikat akan selalu berselawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.'" 
(HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan solat shubuh dan 'asar secara berjama'ah
"Para malaikat berkumpul pada saat solat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat 'asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.'" 
(HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'" 
(HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil).'" 
(HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah". 
(HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh." 
(HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

''MENGAPA RIDHO SUAMI ITU SYURGA BAGI PARA ISTRI ??

1. Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa,dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu,bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa.Namun sebelum dia mampu membalasnya,dia telah bertekad menanggung nafkahmu,
perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3. Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu.Padahal dia tahu,di sisi ALLAH,engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya.Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri,disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi ALLAH.

4. Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri.Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi.padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu,dia sedang memiliki masalah yang lebih besar.namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5. Suami berusaha memahami bahasa diammu,bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja.Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6. Bila engkau melakukan maksiat,maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat,kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Semoga wanita yg membaca tulisan ini mendapatkan jodoh yg sholeh dan lelaki pula mendapatkan jodoh yg sholehah pula yg di Ridhoi ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala..Aamiin ya Rabbal'alamin

Ahad, 8 Februari 2015

Kisah Juraij dan Ibunya.

Satu masa lalu terdapat seorang ahli ibadah yang bernama Juraij. Beliau banyak beribadah sehingga didirikan sebuah biara untuknya, dan dia tinggal di dalamnya. Suatu ketika ibunya datang pada saat dia sedang mendirikan solat. Ibunya memanggilnya : “Wahai Juraij!” Juraij berkata dalam hatinya : “Wahai ALLAH, ibuku (memanggil) padahal aku bersolat.”Juraij memilih untuk meneruskan solatnya sehingga ibunya pergi.

Pada keesokan hari ibunya datang semula dan Juraij masih sedang bersolat. Ibunya memanggilnya : “Wahai Juraij!” Juraij berkata dalam hatinya : “Wahai ALLAH, ibuku (memanggil) padahal aku bersolat.” Juraij memilih untuk meneruskan solatnya sehingga ibunya pergi.

Pada keesokan hari ibunya datang semula (untuk kali ketiga) dan Juraij masih sedang bersolat. Ibunya memanggilnya : “Wahai Juraij!” Juraij berkata dalam hatinya : “Wahai ALLAH, ibuku (memanggil) padahal aku bersolat.” Juraij memilih untuk meneruskan solatnya sehingga ibunya pergi. Lantas ibunya berdoa : “Ya Allah! Janganlah Engkau matikan Juraij melainkan setelah dia melihat wajah-wajah pelacur!”
Sejak saat itu kaum Bani Israil mula berbincang berkenaan Juraij dan ibadahnya. Ada seorang pelacur yang berdandan cantik berkata: “Jika kalian kehendaki, aku akan menggodanya untuk kalian.” Maka pelacur itu menawarkan diri kepada Juraij, tetapi Juraij sama sekali tidak mengendahkannya. Lalu pelacur tersebut mendatangi seorang pengembala kambing yang sedang berteduh di biara Juraij, menyerahkan diri kepadanya sehingga pengembala itu menyetubuhinya.Pelacur tersebut menjadi hamil. Ketika anak itu dilahirkan, pelacur tersebut mendakwa : “Ini adalah anak Juraij.” Maka orang ramai mendatangi Juraij, memaksanya keluar, menghancurkan biaranya dan memukulnya. Juraij bertanya : “Kenapakah kalian melakukan semua ini?” Mereka menjawab : “Engkau telah melacur dengan pelacur ini sehingga dia melahirkan anak kamu!” Juraij bertanya : “Di manakah anak tersebut?”
Lalu bayi itu dibawa kepada Juraij. Dia berkata : “Biarkan aku, aku ingin bersolat terlebih dahulu.” Maka Juraij bersolat. Setelah selesai, Juraij mendatangi bayi tersebut, memukul di perutnya, lalu bertanya: “Wahai bayi, siapakah ayah kamu?” Bayi itu menjawab : “Ayahku adalah seorang pengembala kambing.”

Tatkala mendengar jawapan tersebut, orang ramai kembali kepada Juraij, menyentuhnya dan menciumnya (kerana mereka telah bersalah dalam menuduhnya) dan berkata : “Kami akan membangunkan semula biara kamu yang kami hancurkan dengan emas.” Juraij menjawab: “Tidak, tetapi bangunkanlah ia dengan tanah sebagaimana asalnya.”

Demikian sebuah kisah benar yang berlaku kepada umat terdahulu yang diceritakan oleh Rasulullah SAW... Ia diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab sahihnya, hadis no : 2550. Tujuan d kemukakan hadis di atas bukan untuk menganjurkan ibadah di biara, kerana itu hanya khusus kepada syariat umat terdahulu dan bukan kepada kita, umat NABI Muhammad SAW... Bagi kita, keluar ke khalayak masyarakat untuk menyeru ke arah kebaikan dan menegah daripada kemungkaran adalah lebih utama. Tujuannya juga bukan untuk membicarakan fenomena bayi yang dapat bercakap ketika masih di buaian, ia adalah karamah yang ALLAH SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih demi sesuatu maslahat yang dikehendaki-Nya.

Tujuan d sini bagi menerangkan bahawa antara solat dan ibu, ibu memiliki kepentingan yang lebih tinggi di dalam neraca Islam. Ini kerana berbuat baik kepada ibu – sekalipun sekadar menyahut panggilannya – adalah ibadah sebagaimana mendirikan solat adalah ibadah. Di antara dua ibadah ini, berbuat baik kepada ibu adalah lebih utama. Namun ini tidaklah bermakna seseorang itu tidak perlu solat. Dia tetap solat, hanya waktu solatnya disesuaikan dengan kewajipan berbuat baik kepada ibu. Sebagai contoh dalam kes di atas, Juraij hanya perlu menyahut panggilan ibu dan memenuhi hajatnya, lalu setelah itu menyambung kembali solatnya.
Bagi menguatkan kedudukan ibu di dalam neraca Islam, berikut d kemukakan sebuah lagi perbandingan. Sama-sama kita ketahui bahawa turun ke medan jihad bagi memerangi musuh dan menegakkan Islam adalah amalan yang utama lagi penting. Akan tetapi adakah ia lebih utama dan penting daripada berbuat baik kepada ibu?

Pada zaman Rasulullah SAW., seorang sahabat bernama Jahimah r.a. datang menemui baginda meminta pandangan untuk ikut serta dalam ekspedisi jihad. Rasulullah SAW bertanya : “Adakah kamu masih mempunyai ibu?” Jahimah menjawab: “Ya.” Lalu Rasulullah SAW bersabda : “Tinggallah bersamanya kerana sesungguhnya syurga terletak di bawah tapak kakinya.” [Shahih Sunan al-Nasai, no : 3104]

Di samping kita memperhatikan kepentingan berbuat baik kepada ibu, tidaklah bermakna kita mengabaikan ayah. Islam tetap menekankan berbuat baik kepada ibu dan ayah. Hanya jika dibandingkan antara kedua-duanya, maka berbuat baik kepada ibu adalah tiga kali lebih penting berbanding berbuat baik kepada ayah.
Dalam sebuah hadis, pasti para pembaca sekalian pernah mendengarnya, seorang lelaki datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya : “Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layan dengan sebaik-baiknya?” Baginda menjawab : “Ibu kamu.” Dia bertanya lagi : “Kemudian siapa?” Baginda menjawab : “Ibu kamu.” Dia bertanya lagi : “Kemudian siapa?” Baginda menjawab : “Ibu kamu.” Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Baginda menjawab : “Ayah kamu.” [Shahih al-Bukhari, no : 5971]

sumber: FB Nur Cahaya

Jumaat, 6 Februari 2015

4 SOALAN KEPADA AMIRUL MU'MINIM

Seorang lelaki bertemu dengan Amirul Mu’minin Ali bin Talib r.a. Lelaki itu berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, saya ingin bertanya 4 soalan, harap tuan dapat menjawabnya:
1. Apakah perkara yang wajib dan yang lebih wajib?
2. Apakah perkara yang dekat dan yang lebih dekat?
3. Apakah perkara yang pelik dan yang lebih pelik?
4. Apakah perkara yang sukar dan yang lebih sukar?

Amirul Mu’minin menjawab,
1. Yang wajib taat kepada ALLAH dan yang lebih wajib tinggalkan DOSA
2. Yang dekat itu QIAMAT dan yang lebih dekat adalah MATI.
3. Yang pelik ialah DUNIA dan yang lebih pelik ialah CINTAKAN DUNIA.
4. Yang sukar itu KUBUR dan yang lebih sukar pergi ke sana (kubur) tanpa bekalan.

Sumber : FB Ustaz Hasnan

Selasa, 3 Februari 2015

kisah wang kertas

Wang kertas RM1 dan RM100 diperbuat dari kertas yg sama dan diedarkan oleh Bank Negara Malaysia (BNM). Ketika dicetak, mereka bersama, tetapi berpisah di bank dan beredar di masyarakat.

Bagaimanapun, 4 bulan kemudian mereka bertemu semula secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. K

Maka mereka pun berbual:
Wang RM100 bertanya kepada RM1; "Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan berbau hamis?"

RM1 menjawab; "Kerana sebaik saja aku keluar dari bank, terus ke tangan orang bawah daripada buruh, penjaja, penjual ikan dan di tangan pengemis."

Lalu RM1 bertanya balik kepada RM 100; "Kenapa kau begitu baru, rapi dan masih bersih?"

RM100 menjawab; "Kerana sebaik saja aku keluar dari bank, terus disambut perempuan cantik, dan beredarnya pun di restoran mahal, di kompleks membeli-belah dan juga hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet."

Lalu RM1 bertanya lagi; "Pernahkah engkau berada di tempat ibadah?"
RM100 menjawab; "Belum pernah"

RM1 pun berkata lagi; "Ketahuilah walaupun aku hanya RM1, tetapi aku selalu berada di seluruh tempat ibadah, dan di tangan anak-anak yatim piatu dan fakir miskin bahkan aku bersyukur kepada ALLAH. Aku tidak dipandang sebagai sebuah nilai, tetapi adalah sebuah manfaat.Lantas menangislah RM100 kerana berasa besar, hebat, tinggi tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini. Semoga cerita ini memberi pengajaran kepada kita semua.

****cerita yg simple tp pengertian yg tersirat utk dikongsi sbg pengajaran***

Untuk renungan bersama......hidup kita jgnlah sombong dan ego dgn kedudukan dan pangkat..kerana adakalanya sesuatu yg kita hina itu lebih baik dan disanjung oleh masyarakat.

PERISTIWA KIAMAT

- Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

- Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

- Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

- Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

- Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

- Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

- Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

- Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

- Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

- Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

- Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:

ⅰ- Pemimpin yang adil.
ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.
ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.
ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

- Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

- Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.

- Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

- ‘Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

- Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

- Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.

- Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

- Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

- Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

- Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

- Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

- Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

- Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

- Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

- Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)

Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebark

Sabtu, 17 Januari 2015

Ajal

Suatu hari,ketika Nabi Sulaiman a.s telah selesai mengadakan kuliah atau kelas pengajian kepada umatnya datanglah seorang lelaki menemuinya dan berkata : 

Lelaki : "Wahai Nabi Allah,ketika tuan sedang memberi kuliah tadi saya perasaan ada seseorang asyik memandang saya dengan tidak berkelip-kelip dan saya tidak tahu siapakah dan mengapa lelaki itu asyik memandang saya sampai sebegitu rupa"

Nabi Sulaiman a.s : "Tahukah kamu siapakah orang yang kamu maksudkan itu?"

Lelaki : "Siapakah dia Wahai Nabi Allah?"

Nabi Sulaiman a.s : "Itulah malaikat maut yang datang untuk mencabut nyawa mu"

Mendengar pernyataan Nabi Sulaiman itu lelaki itupun menjadi takut dan merayu kepada Nabi Sulaiman.

Lelaki :"Betulkah begitu wahai Nabi Allah?Jika begitu selamatkanlah aku hantarlah aku ke mana sahaja"

Nabi Sulaiman a.s : "Kamu mahu aku menghantarmu ke mana?"

Lelaki : "Hantarlah aku ke negeri Yaman"

Nabi Sulaiman a.s : "Baiklah,aku akan menghantar mu ke Yaman"

Maka Nabi Sulaiman memerintahkan angin untuk menerbangkan lelaki itu ke negeri Yaman

Tidak berapa lama kemudian Nabi Sulaiman a.s telah didatangi lelaki yang dimaksudkan oleh lelaki tadi yang tidak berkelip memerhatinya itu.

Nabi Sulaiman a.s : "Apakah perkhabaran sahabat ku itu?"

Malaikat Maut : "Wahai Nabi Allah,aku telah mencabut nyawa di Yaman"

Nabi Sulaiman a.s :" Jika begitu mengapa kamu berada di sini tadi?"

Malaikat Maut : "Aku telah diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawanya di Yaman tetapi aku hairan kenapa dia masih berada di sini"

Pengajaran:
Firman Allah :
"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa  yang telah kamu kerjakan."

(Surat al-Jumu'a: 8)

Jumaat, 16 Januari 2015

KONSEP MALU DALAM ISLAM

Riwayat: al-Bukhari dan Muslim Hadith:
Daripada Ibn Umar RA bahawasanya Rasulullah SAW melalui seorang lelaki daripada golongan Ansar yang sedang menasihati saudaranya tentang malu (yang keterlaluan), lalu Baginda SAW bersabda, “Biarkanlah dia (dengan perasaan malunya), kerana malu ini sebahagian daripada iman.”

Huraian Hadith:

1. Hadith menunjukkan kelebihan sifat malu, sifat malu adalah antara kesempurnaan iman, kerana sifat malu menghalang seseorang daripada melakukan maksiat, dan mendorongnya melakukan taat dan ibadat.
2. Malu adalah semulajadi (fitrah) dalam diri manusia, ianya boleh diasuh dan boleh dididik supaya sesuai dengan tuntutan syarak.
3. Islam menyuruh umatnya bersifat pemalu kerana malu itu sebahagian daripada iman.
Pencerahan:
Bagaimanakah cara menumbuhkan rasa malu kepada Allah?
1. Ingatlah kurniaan Allah SWT.
Kadangkala Allah merahmati hamba-Nya dengan mengirimkan ilham ke dalam hati yang terdetik secara tiba-tiba. Pernahkah kita rasai kurniaan Allah itu semakin banyak dilimpah seiring dengan semakin tebalnya buku catatan dosa yang kita lakukan?
Mengapa Allah membalas dosa itu dengan rezeki yang semakin banyak, pujian manusia yang semakin melambungkan nama, jawatan yang semakin kukuh, kehidupan yang meningkat sejahtera padahal dosa yang dibuat berganda-ganda banyaknya?
Orang-orang yang mendapat keuntungan dunia hendaklah selalu mengingati firman Allah Taala yang bermaksud: “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, nescaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”
(Surah Hud ayat 15-16)

Ayat inilah yang menyebabkan Amirul Mukminin Muawiyah bin Abu Sufyan RA menyungkurkan mukanya ke tanah lalu beliau menangis saat menghadapi sakaratul maut sambil mengulang-ulangi bacaan ayat ini.
Mengapa Allah tidak terus menyiksa manusia pada kali pertama dia mengulangi dosanya, lalu dicabut rezeki dan keberuntungan dari hidupnya, ditimpa musibah dan diazab secara langsung tanpa bertangguh-tangguh? Maha Suci Allah yang sentiasa memberi peluang untuk manusia mengingati kurniaan-Nya. Dialah Allah yang melimpahkan nikmat supaya mereka bersyukur dan kembali pulang, Dia menangguhkan siksa kerana sayang kepada kita sedangkanl orang yang berdekatan dengan kita terkena bala dan musibah.
Fikirkanlah ilham yang hadir dalam hati. Belumkah lagi muncul hati yang malu milik hamba Allah yang beruntung ini?
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, mengapa beliau melakukan solat malam sehingga kaki baginda bengkak sedangkan Allah Taala telah mensucikan dirinya? Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Tidak bolehkan aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Tuhanku?” (Hadis riwayat al-Bukhari)
2. Telitilah aib diri.
Ada seorang hamba yang berangan-angan masuk syurga dengan membawa sembahyang yang dilakukan dengan lalai hingga habis waktu, puasa yang perisainya dikoyakkan dengan dengki, pertengkaran dan perbuatan keji, Haji yang dilakukannya tanpa reda dan hilang sabar, kering ilmu dan kosong amal.
Dia mahu mengetuk pintu syurga dengan tangannya yang berlumuran darah kerana mengambil hak saudaranya, menjerit minta diizinkan masuk padahal mulutnya masih berbau bangkai mayat saudaranya yang diumpat, matanya mengintai-intai taman syurga tapi kabur oleh gelapnya bayang-bayang zina mata yang pernah dilakukannya ketika melayari web lucah, sms mesra dan jenayah seksual yang ditatapi setiap hari.
Kalau tidak juga rasa malu melihat kekotoran diri, sekurang-kurangnya malulah bila melakukannya secara terang-terangan. Apa akan jadi dengan dunia ini apabila semua manusia berbuat maksiat secara terbuka dan tiada seorangpun memiliki rasa malu melakukannya. Rosaklah masyarakat yang tenggelam dalam kebatilan apabila tiada yang menegakkan amar makruf nahi munkar di tengah-tengah mereka.
Kemaksiatan dan kejahatan manusia yang berakhir dengan kehancuran, semuanya bermula dari hilangnya rasa malu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Sesungguhnya jika Allah mahu menghancurkan seorang hamba-Nya, pasti Dia mencabut rasa malu dalam dirinya, jika telah dicabut rasa malu, maka kamu tidak akan menjumpainya melainkan orang itu membenci dan dibenci.
Apabila kamu tidak menjumpainya kecuali ia membenci dan dibenci, dicabutlah rasa amanah darinya, maka jika dicabut rasa amanah, kamu tidak menjumpainya kecuali ia khianat dan mengkhianat kemudian jika kamu tidak menjumpainya kecuali ia khianat dan mengkhianat, dicabutlah kasih sayang darinya, jika kasih sayang dicabut maka kamu tidak menjumpainya melainkan ia dikutuk dan dilaknat, akhirnya dicabutlah ikatan keislaman darinya”
(Hadis riwayat Ibnu Majah)

3. Lihatlah iman dan amal orang lain.
Apabila seorang hamba merasa dirinya berada di bawah titik paling rendah dalam kadar hitungan imannya, hendaklah ia melihat kepada ketinggian iman orang lain di sekelilingnya. Perhatikanlah hamba-hamba Allah yang kusyuk berdoa sambil menangis, walaupun hati ini keras tak tembus dengan tangisan tetapi sekurang-kurangnya kita mahu menangisi diri sendiri kerana tidak boleh menangis. Betapa malunya membandingkan kejahilan diri kita dengan para ulama, kemalasan kita dengan orang yang ihsan, riyak yang terpalit di hati ini bandingkanlah dengan sifat ikhlas yang menghiasi jiwa orang lain.
Orang kaya yang bersedekah satu gantang berasa malu melihat orang miskin boleh bersedekah sepuluh kali ganda daripadanya. Semua orang mukmin yang mulia akhlak dan kuat ibadatnya serta luas kefahaman ilmunya menjadi teladan untuk kita. Pandanglah mereka dengan penghormatan dan kemuliaan dan segera bandingkan dengan diri sendiri, di manakah silapnya diri kita yang tidak setaraf iman dengan mereka. Jika mereka umpama bintang-gemintang kita pula hanya lilin kerdil yang kerjanya hanya membakar diri saja.
Di antara orang yang malu dengan yang tak tahu malu, amat jauh beza pada pandangan manusia apatah lagi jika Allah Taala yang memandangnya.

PELIHARALAH LIDAHMU!

Pepatah Melayu ada mengatakan, "Terlajak perahu boleh diundur, terlajak kata buruk padahnya...." Berapa ramai di kalangan kita, dapat menjaga lidahnya, setelah menbaca tajuk di atas? Bla bla bla..huhuhu ! Kita pun kadang-kadang ada juga mengeluarkan kenyataan yang lazer, yang mungkin mengguris mata yang membaca. Tapi harus percaya, jika mereka membacanya secara positif atau cuba berfikiran positif, pasti mereka tidak akan terasa hati.

Imam Nawawi ada berpesan, kita wajar menjaga lidah daripada bercakap yang sia-sia, kecuali jika percakapan itu mendatangkan kebaikan. Apabila bercakap dan berdiam diri adalah sama saja hasilnya, maka mengikut sunnahnya adalah lebih baiklah berdiam diri. Hal ini kerana percakapan yang diharuskan mungkin membawa kepada yang haram atau makruh.
Nabi SAW bersabda yang bermaksud: "Tidak akan lurus iman seseorang hamba, sehingga lurus pula hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus pula lidahnya. Dan seorang hamba tidak akan masuk syurga selagi tetangganya belum aman daripada kejahatan lidahnya."
(HR : Ibnu Abib-Dunya).

Hadis-hadis Rasullulah SAW mengenai kelebihan diam yang bermaksud ; "Barangsiapa yang banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yang banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. Dan barangsiapa yang banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya." (HR : Abu Naim) "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, maka hendaklah dia berkata dengan perkataan yang baik-baik, atau diam." (HR : Bukhari dan Muslim) "Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya." (HR : At-Tirmizi)
Bagai ‘Mulut Ayam’ tiada henti bercakap. Mulut ayam atau dari erti kata lain dalam peribahasa yang berbunyi “Mulut bagai ekor ayam dihembus” atau lebih dikenali dalam peribahasa yang lain, “Moncong seperti ekor ayam” bermaksud seseorang yang tidak berhenti-henti bercakap dan juga yang tidak tahu erti diam. Individu ini juga mungkin lebih dikenali dalam masyarakat melayu kita sebagai “Mulut Murai” atau “Banyak mulut”. 

Ada pepatah juga mengatakan ; 'Banyak diam tidak semestinya bodoh, banyak cakap tidak semestinya cerdik.' Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dengan mendiamkan lidahnya. Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan umat-umatnya tentang LIMA perkara berkaitan hal ini iaitu ;
1. Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk.
2. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut urusan dunia.
3. Perbanyakkan menyebut dan mengingat hal-hal kematian daripada hal-hal kehidupan semata-mata.
4. Jangan menyebut-nyebut kebaikkan diri dan keluarga. Syaitan memang sentiasa hendak memerangkap diri kita.
5. Jangan sebut-sebut dan menampakkan keaiban atau keburukan diri orang lain. Kelak keaiban diri juga dikatakan orang.

Baginda SAW juga pernah bersabda ;
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai diantara kalian dan yang paling dekat kedudukannya dengan ku pada hari Kiamat kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dari ku diantara kalian pada hari kiamat kelak adalah Tsarsarun, Mutasyaddiqun dan Mutafaihiqun.” Para Sahabat bertanya : “Kami sudah tahu siapa Tsarsarun dan Mutasyaddiqun, tapi siapakah Mutafaihiqun?” Baginda menjawab : “Orang yang sombong.” (Ash-Shahihah no 791 dan Mukhtashar no 84)
Maksud Tsarsarun ialah orang yang banyak cakap dan maksud Mutasyaddiqun pula ialah mereka yang cakap tanpa berhati-hati. Justeru, sesiapa yang ingin dicintai oleh Rasulullah SAW dan ingin dekat dengannya di akhirat, hendaklah ia memperbaiki perangainya dan bersungguh-sungguh.

KESIMPULAN :
Bercakap-cakap kosong atau perka
ra-perkara yang sia-sia adalah perbuatan yang dilarang oleh agama kerana ia tidak mendatang apa-apa kebaikan bahkan bakal mengundang azab di hari akhirat kelak. Bercakap-cakap kini telah ditransfer kepada bentuk-bentuk moden seperti Whatsapp, Telegram, Wechat, Instagram, facebook dan sebagainya... Ancaman dan bahayanya tetap sama seperti bercakap biasa atau mungkin lebih bahaya. Betul tak?
Sama-sama kita fikirkan...
Mudah-mudahan bermanfaat.
Di Dunia Dan Akhirat. Insya-Allah..